Jangan Lewatkan

Sisi Positif Mutasi Pekerjaan

Banyak karyawanJangan Pernah Mempekerjakan Orang-orang Ini. Read more ... » menilai bahwa mutasi adalah sebuah bentuk hukuman, padahal mutasi bisa berarti netral atau bahkan positif. Mutasi atau transfer menurut Wahyudi (1995 ) adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami pindah kerja. Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya adalah sama seperti sedia kala. Mutasi atau rotasi kerja dilakukan untuk menghindari kejenuhan karyawan atau pegawai pada rutinitas pekerjaan yang terkadang membosankan serta memiliki fungsi tujuan lain supaya seseorang dapat menguasai dan mendalami pekerjaan lain di bidang yang berbeda pada suatu perusahaan. Transfer terkadang dapat dijadikan sebagai tahapan awal atau batu loncatan untuk mendapatkan promosi di waktu mendatang.

Hakekatnya mutasi adalah bentuk perhatian pimpinan terhadap bawahan. Disamping perhatian internal, upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat adalah bagian terpenting dalam seluruh pergerakan yang terjadi dalam lingkup kerja pemerintahan.

Sebab-sebab dan alasan Mutasi

Sebab-sebab pelaksanaan mutasi menurut Siswandi (1999) digolongkan sebagai berikut :

a. Permintaan sendiri

Mutasi atas permintaan sendiri adalah mutasi yang dilakukan atasa keinginan sendiri dari karywan yang bersangkutan dan dengan mendapat persetujuan pimpinan organisasi. Mutasi pemintaan sendiri pada umumnya  hanya pemindahan jabatan yang peringkatnya sama baik, anatrbagian maupun pindah ke tempat lain.

b. Alih tugas produktif (ATP)

Alih tugas produktif adalah mutasi karena kehendak pimpinanan perusahaan untuk meningkatkan produksi dengan menempatkan karywan yang bersangkutan ke jabatan atau pekerjannya yang sesuai dengan kecakapannya.

Mutasi dapat bermanfaat untuk:

  • meningkatkan efektivitas organisasi.
  • meningkatkan fleksibilitas dan kompetensi posisi kunci.
  • menghadapi fluktuasi kebutuhan kerja.
  • memperbaiki hubungan antar karyawan.
  • mengoreksi penempatan yang salah.
  • mengurangi rasa jenuh (monoton).
  • mengatur tenaga kerja.
  • menghukum karyawan.

Adapun jenis mutasi adalah:

  • Mutasi Produksi: ketika ada kebutuhan tenaga kerja dalam satu departemen dan surplus tenaga kerja di departemen lain.
  • Mutasi Penggantian: untuk mengganti karyawan yang telah berada di organisasi dalam waktu lama dan memberikan bantuan kepada karyawan lama dari tekanan pekerjaan.
  • Mutasi Remedial: untuk memperbaiki kesalahan penempatan atau perekrutan. Jika penempatan karyawan tidak tepat dengan pekerjaannya, mutasi ke pekerjaan lain yang lebih tepat perlu dilakukan.
  • Mutasi Multifungsi: untuk meningkatkan fleksibilitas karyawan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dan satu departemen ke departemen lain. Mutasi ini sering disebut sebagai rotasi pekerjaan,  yang merupakan alat untuk melatih karyawan dengan memberikan pengalaman kerja yang bervariasi dan luas untuk mempersiapkan promosi.

Incoming search terms:



Banyak Berbagi Banyak Rejeki

Tentang Rizal Arisona

Comments

Tips lainnyaclose