Jangan Lewatkan

Hindari 6 Kesalahan Ini Dalam Merekrut Calon Karyawan

hindari-6-kesalahan-ini-dalam-merekrut-calon-karyawan-photo

Memiliki karyawanJangan Pernah Mempekerjakan Orang-orang Ini. Read more ... » yang kompeten dan bisa menyesuaikan diri dengan budaya perusahaanSaat Pekerjaan Menjadi Permainan, Disitulah Perusahaan Menang. Read more ... » tentunya menjadi impian tiap pemimpin perusahaan. Tapi, apakah merekrut karyawan seperti itu bisa dilakukan dengan mudah ? Banyak orang yang melakukan berbagai metode dalam merekrut calon karyawan. Biasanya memang pekerjaan ini dilakukan oleh bagian HRDJangan Lakukan Hal Ini Ketika Memulai Pekerjaan Baru. Read more ... » terlebih dahulu baru kemudian ke manajer atau direktur. Untuk bagian HRD sendiri kebanyakan memiliki latar belakang pendidikan ilmu psikologi jadi dapat memudahkan dalam proses perekrutan.

 

Ketika dihadapkan pada perintah atasan untuk melaksanakan proses perekrutan dengan cepat sehingga posisi kosong dapat cepat terisi biasanya mereka akan tertekan dan cenderung melakukan banyak kesalahan dalam merekrut calon karyawan. Dibawah ini 6 kesalahan yang harus anda hindari saat merekrut calon karyawan :

   1. Cenderung Menilai Kepribadian daripada Kompetensi

Terlalu menilai kepribadian agar calon karyawan dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan perusahaan memang penting. Ketika mereka sudah masuk ke perusahaan anda maka itu berarti juga harus bisa bersahabat dan menerima budaya perusahaan. Tapi, juga harus ingat bahwa anda tidak hanya mencari orang yang menyenangkan dan bersahabat namun juga orang yang kompeten. Kontribusi apa yang bisa mereka berikan pada perusahaan. Karena, ketika anda merasa senang saat mewawancarai mereka dan menyukai kepribadiannya maka anda akan mengesampingkan kualitas kemampuan mereka.

   2. Terburu – buru Saat Merekrut

Mungkin anda dihadapkan dengan situasi dimana posisi yang sedang kosong harus segera diisi sehingga anda mengambil sedikit waktu untuk mewawancari mereka. Tanpa benar – benar mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa mereka berikan pada perusahaan. Tetap pertimbangkan terkait kualitas kemampuan calon karyawan, atur waktu seefisien mungkin sehingga anda tidak melewatkan satu pertanyaan yang dapat merugikan waktu dan uang dikemuadian hari. Walaupun itu memang resiko yang biasa dihadapi dalam dunia bisnisSaat Pekerjaan Menjadi Permainan, Disitulah Perusahaan Menang. Read more ... » namun tidak ada salahnya jika anda berjaga – jaga dan meminimalisir hal itu.

   3. Tidak Meminta Banyak Pendapat

Ketika sudah selesai mewawancarai calon karyawan dan anda belum memutuskan mau menerimanya atau tidak, mintalah pendapat pada banyak orang untuk menghindari kesalahan perekrutan. Misalnya, anda meminta kepada 7 orang termasuk supervisor dan anda menanyakan apakah mereka cocok dengan posisi yang sedang kosong saat ini. Anda mungkin dihadapkan dengan banyak pilihan kandidat yang kompeten sehingga anda harus memilih yang benar – benar terbaik. Diskusikan dengan orang dari bagian yang membutuhkan karyawan baru sehingga anda dapat benar – benar mengerti deskripsi pekerjaannya dan orang seperti apa yang mampu mengisi posisi tersebut.

   4. Tidak Memiliki Standart Proses Perekrutan

Anda tidak memiliki tahapan – tahapan perekrutan sehingga memakan waktu lama untuk merekrut calon karyawan. Tuliskan tahapan – tahapan apa saja yang anda dan perusahaan inginkan. Agar bisa tahu dengan jelas apa yang harus dilakukan dan mendapatkan karyawan yang benar – benar berkualitas.

   5. Menilai Kemampuan Secara Umum

Lebih memilih seseorang yang tidak memiliki keahlian khusus mungkin memang bagus ketika anda baru memulai usahaBagaimana Cara Agar Email Anda Dibuka Pelanggan ?. Read more ... ». Mencari seseorang yang bisa mengerjakan banyak pekerjaan dan tidak memiliki keahlian khusus dalam satu bidang. Namun, ketika anda ingin perusahaan tumbuh dan berkembang maka anda juga memerlukan seseorang yang benar – benar ahli dibidangnya dan tentunya sesuai dengan bidang usaha anda. Misalnya, anda memiliki toko bunga, tentunya anda memerlukan orang yang ahli merangkai bungan dengan indahnya dan berbeda dari yang lain.

   6. Tidak Mengerti Apa yang Sebenarnya Anda Butuhkan

Anda menginginkan satu posisi kosong dengan deskripsi pekerjaan yang bahkan belum sepenuhnya dimengerti. Sebenarnya anda tidak tahu apa yang anda butuhkan ketika anda membuka posisi tersebut. Sampai anda mengerti apa yang sebenarnya dibutuhkan jangan memasang lowongan untuk posisi tersebut. Coba bayangkan, ketika ada orang yang benar – benar kompeten melamar posisi tersebut dan ternyata ketika dia sudah mulai bekerja tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena anda tidak benar – benar tahu apa yang dibutuhkan. Maka merekrut orang kompeten tersebut hanya akan menyia – nyiakan waktu dan uang.



Banyak Berbagi Banyak Rejeki

Tentang Rizal Arisona

Comments

Tips lainnyaclose